Ini 10 Film Gagal Dengan Budget Besar

Ini 10 Film Gagal Dengan Budget Besar

Diposting pada
5/5 (2)

Anggaran besar tidak menjamin kejayaan dari film dalam box office. Paranormal Activity, misalnya hanya bermodalkan USD 15.000. Namun film itu digemari para pecinta horor di seluruh dunia. Dan Ini 10 Film Gagal Dengan Budget Besar.

Pendapatan totalnya hingga saat ini sudah melebihi USD 100 juta. Meski, tentu saja anggaran besar membuat filmmaker lebih leluasa untuk berkreasi. Mulai dari efek spesial, penggunaan aktor kelas A, setting tempat, penulis skenario handal, dan sebagainya. Namun, tak semua film beranggaran mahal bisa balik modal. Nah, berikut ini adalah 10 film yang beranggaran besar, tapi juga dianggap gagal dalam satu dekade terakhir.

10. The Spirit

Rilis pada tanggal 25 Desember 2008, Bajet USD 60 juta, pemasukan USD 19,8 juta. Frank Miller boleh sukses menggarap 300 dan Sin City. Namun, The Spirit adalah murni bencana. Film tersebut dikritik habis oleh para penggemar komik. Para kritikus film lebih parah lagi. Mereka terang-terangan menyebut The Spirit sebagai film tak bermutu. Akibat respon negatif ini. Rumah profuksi Odd Lot Entertaiment bahkan sampai memutuskan hubungan kerja dengan Miller. Padahal mereka sudah bekerja sama selama 23 tahun.

9. GrindHouse

Rolis pada tanggal 27 April 2007. Dengan Bajet USD 67 juta, pemasukan USD 25 juta. Duet dua sahabat Quentin Tarantino dan Robert Rodriguez boleh jadi sukes meraup uang di From Dusk Till Down I dan II serta Sin City. Tapi, tidak dengan GrindHouse. Film aksi yang merangkum dua film dalam satu judul ini bahkan hanya meraih pemasukan kurang dari USD 11,6 juta dari pembukaanya. Jelas jauh dari harapan meraih laba.

8. RollerBall

Rilis pada tanggal 8 Februari 2002. Bajet USD 70 juta, pemasukan USD 19 juta, Jean Reno, Chris Klein, LL Coll J, dan Rebecca Romjin- Stamos ternyata tidak mampu mengangkat film ini dari jurang keterpurukan. Kehadiran mereka malah membuat RollerBall seperti program reality show murahan. Begitu mengenaskannya hasil yang diperoleh RollerBall, Sampai-sampai MGM sebagai Perusahaan pembuatnya mengambil langkah ekstrem, mengedit ulang film tersebut agar rating klarifikasi penontonya turun dari R ke PG-13.

7. The Invasion

Rillis pada tanggal 17 Agustus 2007. Bajet USD 80 juta, pemasukan USD 15,1 juta. Bahkan, seorang aktris besar macam Nicole Kidman tak mampu mendongkrak popularitas The Invasion. Bisa jadi remake film tahun 1956, Invasion of the Body Snatchers, ini terpuruk karna sutradara Oliver Hirschbiegel tidak mampu meneror penonton dengan ceritanya.

6. CatWoman

Rilis pada tanggal 23 Juli 2004. Bajet USD 100 juta, pemasukan USD 40 juta Satu lagi contoh bahwa perempuan-perempuan dalam balutan baju seksi dan jago berkelahi tak selamanya mendatangkan keuntungan. Halle Berry dan Sharon Stone telak-telak membuktikannya. Cerita, juga penampulan Halle Barry sebagai CatWoman dan Sharon Stone sebagai Rivalnya, Poison Ivy, sama menyedihkannya hingga membuat film besutan Pitof ini serasa mematikan bakat-bakat besar yang di miliki keduanya.

5. Town & Country

Rilis pada tanggal 27 April 2001. Dengan Bajet USD 90 juta, pemasukan USD 6,7 juta pelajaran penting bagi para produser dan sineas, lakukan syuting hanya jika skenarionya selesai dibuat. Jika tidak, biaya produksi akan membengkak dan semua orang akan merugi. Inilah yang terjadi pada film berlabel komedi de wasa tersebut. Karena skenario terus terusan di ganti, syuting pun tidak kunjung selesai walau sudah nenajab waktu 10 bulan. Akibatnya, Diane Keaton dan Gary Shanding sebagai pemain pendamping aktor Warren Beatty harus cuti sejenak untuk syuting film yang lainnya.

4. Gigli

Rilis pada tanggal 1 Agustus 2003. Dengan Bajet USD 54 juta, pemasukan USD 6,1 juta niatnya menjual nama pasangan selebriti Ben Affleck dan Jennifer Lopez, tapi nyatanya tak berhasil. Pertama, karena judul filmnya yang terasa ganjil, Gigli. Kedua karena ketika itu, pasangan yang diberi label “Bennifer” oleh media ini terlalu sering muncul di berbagai media massa hingga masyarakat tampaknya bosen dengan keduanya. Ketiga, ceritanya yang terkesan murahan yaitu tentang pria yang di beri tugas menculik sesorang dnegan bantuan seorang perempuan cantik yang lihai membunuh.

3. Land of the Lost

Rilis pada tanggal 5 juni 2009. Dengan bajet USD 100juta, pemasukan USD 65 juta Judul Land of The Lost sebenarnya adlaah program TV anak-anak pada tahun 70-an. Produser Sid dan Marty Kroft kemudian menerjemahkannya dalam bentuk film, yang ternyata tak mampu mengembalikan kejayaan serial TV-nya. Pertama, dengna rating PG-13, anak-anak tak bisa menontonnya. Kedua, simple saja karanacerita film itu sangat buruk.

2. Battlefield Earth

RIlis pada tanggal 12 Mei 2000. Dengan bajet USD 75 juta, pemasukan USD 21 juta Film ini diangkat dari novel fiksi ilmiah karya L Ron Hubbard. Saat akan dibuat versi layar lebarnya, produser sekaligus pemainnya, Jhon Travolta, Menggandang film ini sebagai film yang akan lebih baik daripada StarWars. Kenyataanya, film ini hanya berisi pertempuran klise antara manusia dan alien. Kritikus film Roger Ebert bahkan dengan sinis mengatakan kalau Battlefield Earth ibarat gerbong kereta yang berjalan di luar jalur. Saking gagalnya film ini, sekuel yang telah disiapkan pun tak jadi di produksi. Lebih menyedihkan, Franschise Pictures sebagai rumah produksinya dituntut investor film ini karena di duga menggelembungkan dana produksi.

1. The Adventures of Pluto Nash

Rilis pada tanggal 6 Agustus 2002, Dengan bajet USD 100 juta, pemasukan USD 4,4 juta Bayangkan fiksi ilmiah komedi dengan gaya ala gangster ber-setting di bulan, dimeriahkan robot-robot konyol, dan diperankan Eddie Murphy. Sebagian orang mungkin menggangapnya lucu, tapi kebanyakan orang melihatnya sebagai sebuah bencana.

Inilah film menyedihakn lainya dari Eddie Murphy setelah Meet Dave, Showtime dan I Spy. Tapi uniknya, meski kerap kali berperan di film-film gagal, toh karrier Eddie Murphy tetap menjulang.

Terima kasih sudah membaca artikel ini 10 film gagal dengan budget besar.

Jangan lupa join Agen BandarQ Online Indonesia Disini.

Sumber : DaftarVIP

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *